TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

doa untuk ibuku


Tidak Ada Alasan Bagi Kita Untuk Tidak Menghormati  Kedua Orang Tua
Doa Untuk Ibu kita Yang Sangat Kita Cintai
Kalau kita mau sedikit melihat atau mengingat, bagaimana seorang ibu dalam kehamilan dan dalam proses persalinan, niscaya tangan beliau segera akita ambil, dan segera kita ciuuum.
Sungguh …. kami sayang engkau……ibu
Sembilan bulan engkau mengandung, Sembilan bulan juga engkau menahan sesuatu yang di larang dan yang bisa mengganggu bayi yang ada dikandungan engkau. Sungguh pengorbanan yang tidak bisa aku balas, sungguh bodohnya aku kalau aku tidak sopan, tidak ingat pada engkau, menyakiti hatimu, dan mengecewakanm. Sungguh bodohnya aku bu. 
Izinkan aku memohon maaf kepada engkau bu.  
Kepada Tuhan, ampunkanlah segala kesalahan dan dosa kedua orang tua, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami..
            Bila keridhoan-Mu ada pada keridhoan orang tua kami, maka ridhoilah kedua orang tua kami agar mereka meridhoi kami juga, andai Engkau sayang kepada kami lantaran kami sayang kepada kedua orang tua  kami. jAdikanlah kami anak-anak yang selalu menyayangi mereka, dalam suka dan dalam duka.
            Bila kami sedikit membayang, bagaimana kami dalam asuhan kedua orang tua, dekapan orang tua, terutama ibu, rasanya takan pernah tertebus segala kebaikan mereka, dan rasanya tak wajar bila kami melihat celah keburukannya. Sekedar ngantuk tak dihiraukannya, sekedar capek tak juga diindahkannya, semuanya demi kami, anak-anak-nya
            Wahai pem,ilik surga dengan segala kenikmatan, andai Engkau takdirkan surga menjadi tempat kami kelak di hari akhir, maka orang tua kamilah yang lebih layak memasukinya terlebih dahulu. Dan andaikan neraka yang menjadi tempat bagi kedua orang tua kami_ (ah.. tak sanggup aku mengatkan ini) kami lebih suka mengatakan, andai bukan surge tempat orang tua kami, maka biarlah kam,I yang menjadi penebus bagi orang tua kami, Engkau pemilik hari akhir, dan di hari akhir ada ampunan dan azab-Mu, sedang Engkau maha pengampun lagi maha penyayang.
Kami Semua Sayang IBU……                                                                                                  By BJ

Komentar