TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

PERTEMUAN

 


 

Hujan, Diskusi, dan Hidangan yang Menghangatkan

Pertemuan kali ini diawali dengan sajian yang memanjakan mata sekaligus memuaskan perut. Dari ayam bakar yang menggoda, sambal aneka rasa, tahu krispi yang renyah, hingga kentang goreng dan tumis kangkung yang menggugah selera semuanya tersaji dengan sempurna.
Alhamdulillah, setiap hidangan habis tanpa sisa. Yang tertinggal hanyalah piring, gelas, dan wadah nasi yang kini kosong, tanda bahwa kebersamaan kami benar-benar terasa nikmat.

Tak lama kemudian, langit mulai berubah. Awan hitam pekat berarak datang, menggantung tepat di atas tempat kami berkumpul. Hati pun diliputi kekhawatiran jangan-jangan hujan deras akan turun, seperti hari sebelumnya ketika sebagian wilayah Bojonegoro tergenang banjir akibat luapan Bengawan Solo.

Dan benar saja, hujan turun dengan derasnya. Kami pun bergegas menyelamatkan barang-barang seperti sepatu, tas, dan laptop, sebab atap tempat kami berteduh ternyata bocor. Butiran air hujan yang halus perlahan menyelinap masuk ke dalam ruangan, menambah suasana dingin yang justru terasa hangat karena canda dan tawa di antara kami.

Diskusi yang semula semarak kami lanjutkan dengan iringan suara hujan yang menimpa genting tanah liat. Bunyi rintiknya seolah menjadi musik latar alami, membuat perbincangan singkat kami terasa lebih hidup. Kadang, hujan seperti ikut berdialog turun deras ketika pembahasan memanas, dan menipis saat tawa pecah di antara kami.

Namun akhirnya, kami memutuskan untuk menutup pertemuan hari itu dengan beberapa kesimpulan penting:

Harus open minded dalam setiap pembelajaran.

Segala sesuatu harus diniatkan untuk belajar.

Perubahan dimulai dari diri sendiri.

Pencegahan lebih baik daripada penyelesaian.

Komunikasi perlu terus diasah, karena itulah dasar seorang marketer

Program bonus akan segera dijalankan pada bulan Juni.

Saling mengingatkan dalam kebaikan dan tanggung jawab.

Dan yang terpenting, semoga kita semua selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.

Komentar