Sunyi,
senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat
menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana
penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai
ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak
menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya.
Tahun
2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri,
tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua
itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih
lapang riang gembira.
Alhamdulillah,
hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit
keberhasilan atau kesuksesan, itu bukan karena diri ini lebih baik dari siapa
pun, melainkan semata-mata karena Allah masih berkenan menutup kekurangan dan
kelemahan saya.

Komentar
Posting Komentar