TERBANYAK

21.000 KM

  21.000 Kilometer di Bulan Suci Ramadhan 2026 21.000 kilometer. Angka yang tidak kecil. Terlebih jika perjalanan itu ditempuh dalam kondisi ketidakpastian Sikap dan prinsip akan selalu sama, dan semoga tetap demikian selamanya. Kecuali jika Allah menghendaki perubahan, maka berubah pula semuanya. Karena pada akhirnya, kehendak-Nya adalah keputusan tertinggi bagi setiap langkah manusia. Kilometer-kilometer itu menjadi awal perjalanan diri ini mengarungi lautan ketidakpastian, terutama dalam hal kesejahteraan. Namun di tengah luasnya samudra itu, diri ini seakan dipaksa untuk terus mencari satu hal yang lebih berharga dari sekadar hasil perjalanan: mutiara kedamaian. Lalu, apa sebenarnya yang diharapkan dari perjalanan panjang ini? Apakah keberhasilan? Ketenaran? Jabatan? Dihormati dan disegani orang? Atau terpenuhinya seluruh kebutuhan hidup? Entahlah. Semua itu terasa berubah-ubah, mengikuti situasi dan kondisi yang datang silih berganti. Puluhan ribu kilometer telah t...

2025

 

“Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.”
Ali bin Abi Thalib

Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya.

Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira.

Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau kesuksesan, itu bukan karena diri ini lebih baik dari siapa pun, melainkan semata-mata karena Allah masih berkenan menutup kekurangan dan kelemahan saya.

Terima kasih, 2025.
Terima kasih pada diri ini yang telah memilih bertahan, meski dalam senyap, sunyi, diam, dan tetap setia di belakang layar. Apresiasi setinggi-tingginya untuk diri yang tidak pernah menyerah.

Selamat datang, 2026.
Semoga engkau hadir dengan limpahan keberkahan, ampunan, dan kebaikan.
Aamiin.



Komentar