TERBANYAK

INSPIRATIF! PULUHAN SANTRI HOLDING KOPERASI BMT NU NGASEM GROUP LULUS S1 DI TENGAH PERJUANGAN

  Hari ini, 19 April 2026, menjadi momen yang penuh makna. Sebagian besar teman-teman seperjuangan di Holding BMT Ngasem Group telah menapaki satu pencapaian penting: mengikuti wisuda mahasiswa Universitas Terbuka yang diselenggarakan di gedung kampus Unair Surabaya. Beragam latar belakang baik dari sisi jabatan, kondisi keuangan, keluarga, maupun lingkungan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus bertumbuh. Justru semua itu menjadi alasan untuk melangkah lebih jauh, menjadi pribadi yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Saya teringat pada ungkapan penuh semangat dari KH Wahab Chasbullah, pendiri dan inspirator Nahdlatul Ulama: “Tidak ada kata udzur dalam berjuang.” Sebuah kalimat sederhana namun sarat makna, yang menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti baik karena lelah, usia, maupun keterbatasan. Hari ini, ungkapan itu terasa begitu nyata. Tidak ada kata terlambat bagi mereka yang terus berproses dalam wadah perjuangan. Gelar Sarjana...

2025

 

“Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.”
Ali bin Abi Thalib

Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya.

Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira.

Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau kesuksesan, itu bukan karena diri ini lebih baik dari siapa pun, melainkan semata-mata karena Allah masih berkenan menutup kekurangan dan kelemahan saya.

Terima kasih, 2025.
Terima kasih pada diri ini yang telah memilih bertahan, meski dalam senyap, sunyi, diam, dan tetap setia di belakang layar. Apresiasi setinggi-tingginya untuk diri yang tidak pernah menyerah.

Selamat datang, 2026.
Semoga engkau hadir dengan limpahan keberkahan, ampunan, dan kebaikan.
Aamiin.



Komentar