TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

Kesadaran

Tuhan.,.,.,.,.,.Apakah hamba tidak bisa menghentikannya?, apakah semua yang kulakukan salah dimata-Mu?, jika ada seseorang yang membenciku, apakah Kau juga memebenciku?
Tuhan.,.,.,.,.,.Hamba adalah makhluk yang jauh dari sempurna, jauh dari orang baik, jauh dari orang saleh, jauh dari Mu Tuhan, hamba sering melupakan-Mu, tidak menjalankan perintah-Mu, melakukan sesuatu yang sudah kau larang.
Tuhan.,.,.,.,.,.Hamba tahu, kalau itu dilarang, hamba tahu kalau Kau melihatku dimanapun aku berada, tetapi hamba sering lupa pada-Mu, sering melanggar, sering tak sadar akan kehadiran-Mu.
Tuhan.,.,.,.,.,.Hamba tahu, kalau aku pasti mati, pasti merasakan sakit, tetapi, hamba sering melupakan kehidupan yang kekal, melupakan bekal yang akan dibawa ke akhirat sana, sering terlena dalam hiruk pikuknya kehidupan didunia ini. Mengingat-Mu ketika hamba  sakit, menyebut-Mu ketika hamba sakit
Tuhan.,.,.,.,.,.Hamba tahu, kalau shalat lima waktu itu wajib dan hamba tahu kalau wajib itu sesuatu yang harus dilakukan. jika tidak dilakukan maka akan mendapatkan dosa. Tetapi hamba sering menyepelekannya, mudah meninggalkannya, dengan dalih “ah.,. Tuhan kan maha Penyayang dan maha pengampun”.
Air mata ini menetes, ketika melihat pemberian-Mu dengan pengabdianku terhadap-Mu, pengabdianku sebagai makhluk-Mu tak sebanding dengan nikmat yang Kau berikan padaku, 1 banding tak terhingga.
Sungguh tak pantas hamba mminta pertolongan-Mu, tapi apa boleh buat, hanya Kau yang bisa menolongku, Tuhan.  
Tuhan, tolonglah hamba menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain, tolong bimbing hamba untuk berjalandijalan-Mu, tolong ampuni segala dosa dosa hamba, dosa kedua orang tua hamba, khususnya kepada bapak hamba, yang telah mendahului kami, tempatkan beliau di surga-Mu Tuhan. Dan berikanlah kesehatan selalu buat IBU hamba, karena beliaulah jimat kehidupanku Tuhan, serta ampuni segala  dosa kiai kiai hamba, dosa para gus gus hamba, dosa para guru guru hamba, dan orang orang yang perenah dekat dengan hamba.


Komentar