TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

WADAH PERJUANGAN

 Demi kebaikan bersama dan perjuangan serta khidmah kepada sesuatu yang telah merubah kehidupan kita. Maka kita harus berani menerima konsekuensi dari perjuangan itu sendiri, yakni di rasan rasani, di jelek jelekan, di downkan, di bicarakan yang negatif. Karena saya sadar bahwa diri ini hanya hamba amatir. Saya berkaca pada seorang gusdur, beliau telah di akui para ulama dunia bahwa beliau seorang alim dan pintar. Tapi pada kenyataannya beliau juga mempunya seorang pembenci. Jadi apapun itu harus santai dan tenang, kata beliau "gitu aja koq repot"

Komentar