TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

PIALA DUNIA QATAR 2022

Malam ini, di kesunyian kamar berbalut kayu jati dan dinding semen yang sudah kusam, di temani bunyi kipas angin yang pemutarnya rusak, filter aquarium, lampu warna kuning serta kerinduan yang mendalam kepada seorang jauh disana. Malam ini bertepatan acara pembukaan pagelaran akbar setiap 4 tahun sekali yaitu piala dunia 2022. . Saya yakin Semua mata tertuju pada pagelaran tersebut. Uforia di alami berbagai macam elemen masyarakat, perempuan, laki laki, muda tua, jomblo non jomblo, semuanya, saya rasa menikmati uforia pagelaran piala dunia tahun 2022.  

Tiba tiba saya teringat pesan dari mbah fulan "jadi orang harus mudah beradaprasi, jangan kagetan terhadap jenis karakter manusia, ada yang diam tapi menyakitkan ada yang pahit tapi menyehatkan, ada yang baik tapi pura pura, ada yang tulus tanpa rekayasa. " terlepas dari semua itu.

Kalian harus tahu..pembukaannya keren, subhanaAllah. Drajat disabilitas di angkat. Maha besar Allah.

Sepakbola bukan sekedar permainan merebutkan bola, saling serang, berebut memasukan 1 bola ke gawang lawan. Tapi sepakbola itu menyatukan, sepakbola itu kemanusiaan, sepakbola itu pemberdaya, sepakbola itu tidak membedakan manusia satu dengan manusia yang lain. 

Komentar