TERBANYAK

Antam

  FOMO adalah reaksi emosional, bukan keputusan rasional. Kamu beli bukan karena paham, tapi karena takut harga naik lagi. Fungsi utama emas adalah menahan inflasi, bukan menggandakan uang. Jadi kalau kamu berharap beli hari ini, jual bulan depan lalu langsung untung besar, kamu salah tempat. Itu bukan investasi, itu spekulasi. Coba perhatikan orang-orang yang benar-benar paham finansial. Mereka tidak beli emas karena rame. Mereka beli karena sudah punya rencana portofolio jelas. kesalahan klasik para korban FOMO adalah Melihat grafik naik, langsung beli. Padahal kalau grafik naiknya curam dan cepat, justru itu sinyal bahaya, bukan peluang. Emas itu bukan alat cari cuan cepat. Emas adalah penjaga nilai, bukan pencetak nilai. Fungsi emas dalam keuangan: 1. Pelindung dari inflasi. Nilainya cenderung stabil jangka panjang. 2. Diversifikasi portofolio. Menyeimbangkan risiko dari aset lain seperti saham atau reksa dana. 3. Likuiditas cadangan. Bisa dijual kapan saja dalam keadaan darura...

perbedaan akad murobahah dan mudharabah


Akad Murobahah dan Akad Mudharabah adalah dua jenis akad dalam keuangan syariah yang digunakan dalam transaksi ekonomi. Meskipun keduanya seringkali terdengar mirip, terdapat perbedaan penting antara keduanya:

  1. Definisi:

    • Akad Murobahah: Akad ini merupakan transaksi jual beli antara dua pihak, di mana salah satu pihak (penjual) membeli aset dengan harga tertentu dan kemudian menjualnya kepada pihak lain (pembeli) dengan harga yang ditentukan bersama, termasuk keuntungan yang disepakati.
    • Akad Mudharabah: Akad ini merupakan akad kemitraan antara dua pihak, di mana satu pihak (shahibul maal) menyediakan modal dan pihak lainnya (mudharib) menyediakan tenaga kerja atau keahlian. Keuntungan yang dihasilkan dari usaha tersebut akan dibagi berdasarkan kesepakatan sebelumnya.
  2. Peran Pihak dalam Transaksi:

    • Akad Murobahah: Dalam akad ini, penjual bertindak sebagai pemilik aset dan membeli aset tersebut sebelum menjualnya kepada pembeli. Penjual bertanggung jawab atas risiko kepemilikan dan kualitas aset sebelum menjualnya.
    • Akad Mudharabah: Dalam akad ini, shahibul maal (pemilik modal) menyediakan dana modal, sementara mudharib (pengelola modal) bertanggung jawab mengelola modal tersebut dan melakukan usaha untuk menghasilkan keuntungan.
  3. Pembagian Keuntungan dan Kerugian:

    • Akad Murobahah: Keuntungan dalam akad ini ditentukan secara bersama sebelum transaksi. Biasanya, keuntungan telah disepakati antara penjual dan pembeli dalam bentuk harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. Risiko kerugian lebih banyak ditanggung oleh pembeli.
    • Akad Mudharabah: Keuntungan dalam akad ini dibagi berdasarkan kesepakatan sebelumnya antara shahibul maal dan mudharib. Jika ada kerugian, shahibul maal akan menanggung kerugian sesuai dengan proporsi modal yang disediakan, sementara mudharib akan kehilangan usaha atau tenaga kerjanya.
  4. Aset yang Digunakan:

    • Akad Murobahah: Dalam akad ini, aset yang diperdagangkan adalah barang fisik yang dapat dijual dan dibeli, seperti properti, kendaraan, atau barang lainnya.
    • Akad Mudharabah: Dalam akad ini, modal yang digunakan adalah uang atau aset finansial lainnya yang digunakan untuk berinvestasi dalam usaha atau proyek.

Penting untuk dicatat bahwa penjelasan di atas hanya memberikan gambaran umum tentang perbedaan antara akad Murobahah dan Mudharabah. Terdapat lebih banyak aspek teknis dan hukum yang terkait dengan masing-masing akad, dan konsultasikanlah dengan ahli keuangan syariah atau ulama yang berkompeten untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Komentar