TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

PUISI RINDU

Rindu tak mengenal jarak dan waktu

datang membelenggu dalam kalbu

Kehadirannya selalu ku tunggu

Tapi kapan?

Sampai takdir memerankan perannya.


Dia yang berkacamata

Jauh tak berjarak

Memandang layar yang sama

Membatin, batin yang sama

Merasa, rasa yang sama

Mengingat, ingatan yang sama

Waktu yang tak sama

Ruang yang tak sama

Berharap cepat bersama

Menata rumah tangga bersama

Menua bersama


Komentar