TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

MASA

 

Setiap pertemuan pasti berujung pada perpisahan, dan setiap perpisahan meninggalkan jejak kenangan ada yang manis, ada yang pahit. Waktu melaju tanpa ampun, keadaan berubah begitu cepat, dan semua berjalan di luar kendali manusia. Dalam perjalanan ini, kegembiraan dan kesedihan bergantian menampilkan keindahannya. Suka dan duka, tawa dan air mata, sudah menjadi bagian dari proses hidup.

Kebersamaan adalah kekuatan yang membesarkan sebuah wadah perjuangan. Tanpanya, segala langkah akan terasa berat. Namun, kini proses itu telah mencapai ujungnya menandakan bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan yang dibayangkan. Segalanya datang tiba-tiba, terlalu cepat, meninggalkan tanda tanya yang tak sempat terjawab.

Ketidaktahuan ini terkadang menjelma menjadi ketidakmampuan untuk menyikapi keadaan. Berperang dengan diri sendiri, mempertanyakan sesuatu yang jawabannya sudah jelas, mencoba berpikir positif kepada mereka yang mengecewakan, berharap pada hal yang sulit terwujud, rela mengalah demi pengorbanan, bahkan menjatuhkan harga diri demi sebuah perjuangan.

Pada akhirnya, harapan itu sederhana: bahagia di penghujung perjalanan, meninggalkan manfaat, berpisah tanpa menyakiti, dan jika kembali, kembali tanpa membawa luka. Ada masa-masa yang sulit untuk diulang, masa di mana keterbukaan menjadi kunci perubahan, kekompakan menjadi tradisi, dan perselisihan hanya bertahan sehari. Masa-masa yang kini hanya tersisa dalam ingatan.

Daaaannn,., kata kata motivasi dari mbah google.

"Perpisahan bukanlah akhir dari cerita, melainkan babak baru yang sedang menunggu untuk kita jalani.


Kita pernah bersama melewati tawa, tekanan pekerjaan, hingga lembur yang tak jarang membuat kita lelah, tapi semua itu justru menjadi lembaran berharga yang tak akan terlupakan.

Hari ini kita mungkin berpisah ruang dan waktu, tapi semangat kebersamaan dan kenangan indah akan selalu menjadi pengikat di hati. Ingatlah, setiap langkah baru adalah peluang untuk tumbuh, belajar, dan menjadi lebih hebat dari sebelumnya.

Jangan takut melangkah, jangan ragu bermimpi. Sebab, meski jalan kita kini berbeda, doa dan dukungan akan selalu menyertai. Teruslah menjadi versi terbaik dari dirimu, di manapun kamu berada.

Wallahu A'lam Bishawab. Hanya Allah yang benar-benar mengetahui segalanya.

 


Komentar