TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

Film "The Sun Gazer"



menghadirkan kisah menarik tentang Pak Moyer, seorang aktor utama yang berperan sebagai tokoh insipiratif yang mensyiarkan nilai-nilai ekonomi syariah. Beliau sering menjadi pembicara di bidang tersebut, dan memiliki istri bernama Asiyah yang berprofesi di bidang kesehatan. Namun, di balik kesuksesannya, Pak Moyer menghadapi kenyataan pahit bahwa ia divonis tidak bisa memberikan keturunan. Demi kebahagiaan istrinya, Pak Moyer memutuskan untuk bercerai, berharap Asiyah bisa menikah lagi dan mendapatkan keturunan. Tok, ketok palu pengadilan sudah di benturkan, pertanda mereka resmi bercera.

Satu tahun kemudian, pak  moyer bertemu dengan perempuan yang berprofesi desain interior, karena seringnya bertemu, maka tumbuh benih benih cinta dalam diri pak moyer dan perempuan itu yang bernama aisyah.

Pak moyer menolak hadirnya benih benih cinta dalam dirinya, karena takut tidak bisa bikin bahagia orang yang di cintainya. Terbelenggu dalam kolbu, merenung, meminta petunjuk kepada sang kholiq.

Singkat cerita, akhirnya mereka berdua sepakat untuk menikah dan Allah telah memberikan kuasa-Nya yaitu memberikan petunjuk melalui dokter yang memberikan saran memproduksi Asi supaya bisa ambil anak persusuan

Akhir cerita menggambarkan kebahagiaan dua keluarga yang berkumpul bersama, di mana mantan istri Pak Moyer melahirkan anak dari suami barunya, dan Pak Moyer juga telah menggendong anak.

Film ini menyampaikan beberapa pelajaran penting, antara lain:

1. Jika tidak bisa melakukan semuanya, jangan tinggalkan semuanya. Lanjutkan usaha meski tidak sempurna.

2. Mengajak calon pelanggan baru bisa dilakukan dengan cara sederhana, seperti mengajak ngopi bersama.

3. Ibadah First, bisnis follow.

4. Koperasi harus dijaga sebagai amanat institusi.

 

Setelah menonton film ini, keyakinan saya semakin kuat bahwa dengan kejujuran, fokus, ikhlas, dan berbaik sangka kepada Allah, seseorang yang berjuang mensyiarkan ekonomi syariah akan mencapai kebahagiaan sejati dan berakhir husnul khotimah.


Komentar