TERBANYAK

FENOMENA KONTEN PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SNBP 2026

  Pada tanggal 31 Maret 2026, banyak beredar konten tentang pengumuman hasil seleksi SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Berbagai ekspresi ditampilkan ada yang sangat bahagia ketika namanya dinyatakan lulus, ada pula yang tampak datar saat mengetahui dirinya belum berhasil. Saya menyaksikan fenomena ini dengan perasaan yang biasa saja. Bukan karena pada masa saya tidak ada jalur seperti ini justru saya sendiri termasuk salah satu peserta yang pernah lulus tanpa tes, yang dulu dikenal dengan jalur PMDK. Namun, beberapa tahun terakhir terasa ada perbedaan dalam memandang hal tersebut. Tidak lagi terasa luar biasa. Saya melihat bahwa saat ini, sekolah atau universitas justru membutuhkan mahasiswa, bukan sebaliknya. Berbeda dengan era tahun 2000-an, ketika jumlah kampus belum sebanyak sekarang dan persaingan terasa lebih ketat. Bagi yang dinyatakan lulus, jangan cepat merasa puas. Perjalanan masih panjang ini baru awal. Lakukan yang terbaik dan terus berikan yang terbai...

13.000 KM (Alhamdulillah)

 



Alhamdulillah. Lagi, Alhamdulillah terus alhamdulillah terus menerus.
Selamat datang, November, bulan baru yang penuh kebanggaan dan harapan.
Bulan di mana tekad harus menguat, optimisme harus tumbuh, dan diri ini harus berani memaksa untuk menjadi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya.

Tekad itu harus ada.
Harus terencana, tertulis, terjadwal, dan yang terpenting dieksekusi dengan konsistensi.
Ya, bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mulai tanggal 1 November, di hari Sabtu yang penuh semangat itu, aku siap melakukan sesuatu yang belum biasa kulakukan.
Sesuatu yang akan menantang diriku sendiri.
Seperti apa? Tunggu kabar selanjutnya.

13.000 kilometer bukan sekadar angka, melainkan jejak kecil dari perjalanan besar menuju pribadi yang lebih baik.
Perjalanan ini adalah ikhtiar untuk menjaga, memperbaiki, dan membangkitkan kembali wadah yang sempat rapuh karena satu bagian dari bangunannya menunjukkan sifat aslinya. Tapi begitulah hidup setiap retakan mengajarkan keteguhan, setiap runtuh mengajarkan cara bangkit.

Aku ingin menjadi pribadi yang tidak pernah bosan belajar,
karena setiap perjalanan membawa pelajaran,
dan setiap pelajaran mengandung kehidupan.

Hidup harus dijalani, bukan pelarian.
Kilometer demi kilometer, aku ingin terus meninggalkan jejak
jejak petualangan, pengalaman, dan kebermanfaatan yang lebih luas.

Hidup bukan tentang berlari dari masalah, tapi tentang berani menjalaninya.
Setiap langkah, setiap kilometer, aku ingin meninggalkan jejak keberanian, pengalaman, dan kebermanfaatan.
Jejak yang suatu hari nanti bisa aku lihat ke belakang sambil berkata:

“Aku sudah berjuang sejauh ini  dan aku akan terus melangkah.”


Komentar