TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

13.000 KM (Alhamdulillah)

 



Alhamdulillah. Lagi, Alhamdulillah terus alhamdulillah terus menerus.
Selamat datang, November, bulan baru yang penuh kebanggaan dan harapan.
Bulan di mana tekad harus menguat, optimisme harus tumbuh, dan diri ini harus berani memaksa untuk menjadi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya.

Tekad itu harus ada.
Harus terencana, tertulis, terjadwal, dan yang terpenting dieksekusi dengan konsistensi.
Ya, bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mulai tanggal 1 November, di hari Sabtu yang penuh semangat itu, aku siap melakukan sesuatu yang belum biasa kulakukan.
Sesuatu yang akan menantang diriku sendiri.
Seperti apa? Tunggu kabar selanjutnya.

13.000 kilometer bukan sekadar angka, melainkan jejak kecil dari perjalanan besar menuju pribadi yang lebih baik.
Perjalanan ini adalah ikhtiar untuk menjaga, memperbaiki, dan membangkitkan kembali wadah yang sempat rapuh karena satu bagian dari bangunannya menunjukkan sifat aslinya. Tapi begitulah hidup setiap retakan mengajarkan keteguhan, setiap runtuh mengajarkan cara bangkit.

Aku ingin menjadi pribadi yang tidak pernah bosan belajar,
karena setiap perjalanan membawa pelajaran,
dan setiap pelajaran mengandung kehidupan.

Hidup harus dijalani, bukan pelarian.
Kilometer demi kilometer, aku ingin terus meninggalkan jejak
jejak petualangan, pengalaman, dan kebermanfaatan yang lebih luas.

Hidup bukan tentang berlari dari masalah, tapi tentang berani menjalaninya.
Setiap langkah, setiap kilometer, aku ingin meninggalkan jejak keberanian, pengalaman, dan kebermanfaatan.
Jejak yang suatu hari nanti bisa aku lihat ke belakang sambil berkata:

“Aku sudah berjuang sejauh ini  dan aku akan terus melangkah.”


Komentar