TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

ISTRI



Aku beruntung bisa memilikimu
Setelah ibu
Aku sangat beruntung bisa memilikimu
Setelah ibu
Aku menjadi kaum adam yang sangat beruntung bisa memilikimu
Setelah ibu
Salah satu keberuntunganku yang terbesar adalah memilikimu
Stelah ibu

Memilikimu adalah anugerah terindah dalam hidupku
Setelah ibu
Kamu adalah partner yang terbaik yang pernah aku miliki
Setelah ibu
Mencintaimu adalah tanggung jawabku
Setelah ibu
Menikahimu itu seperti menginjakan kaki di surga

Kamu itu seperti baterai
Ada minusnya dan ada plusnya
Kedua duanya itu harus bersanding dalam satu tubuh
karena itulah aku bisa hidup bersamamu
berusaha menggapai
Sakinah mawaddah wa rohmah barokah

Kesehatanmu itu mutlak tanggungjawabku
Kebahagiaanmu tugas pokokku
Senyummu ibadahku
Menangismu hukumanku

Ketegasanmu
Kecerdasanmu
Kesabaranmu
Keiklhasanmu
Kerajinanmu
Adalah nikmat yang terindah dibandingkan uang ratusan juta rupiah
Jika aku diminta untuk memberi nilai dari 1-100
Aku akan memberinya nilai 99
Karena yang 100 hanya milik Allah


Komentar