TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

Bahagia

Bahagia

Sesaat kemudian aku terlelap.

"Untuk apa kau patuh pada orang tuamu?..".

"agar bahagia", jawabku.

"Untuk apa kau rajin berangkat sekolah?..".

"Agar bahagia", jawabku mantap.

"Untuk apa kau belajar dan mengaji?..".

"Agar BAHAGIA", jawabku mulai esmosi.

Mendadak kau jewer telinga kananku, sambil berkata : "Sejak kapan kau d ajarkan mengejar bahagia?.. apakah bahagia adl makhluk yang cukup pantas untuk d tuhankan?..."

"AMPUN KEK", Teriakku sambil membuka mata, dari tidur yang rasanya tak lama.

#AhadBersamaKoma
Tulisan by bang somad (pendiri koma nusantara)

Komentar