TERBANYAK

FENOMENA KONTEN PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SNBP 2026

  Pada tanggal 31 Maret 2026, banyak beredar konten tentang pengumuman hasil seleksi SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Berbagai ekspresi ditampilkan ada yang sangat bahagia ketika namanya dinyatakan lulus, ada pula yang tampak datar saat mengetahui dirinya belum berhasil. Saya menyaksikan fenomena ini dengan perasaan yang biasa saja. Bukan karena pada masa saya tidak ada jalur seperti ini justru saya sendiri termasuk salah satu peserta yang pernah lulus tanpa tes, yang dulu dikenal dengan jalur PMDK. Namun, beberapa tahun terakhir terasa ada perbedaan dalam memandang hal tersebut. Tidak lagi terasa luar biasa. Saya melihat bahwa saat ini, sekolah atau universitas justru membutuhkan mahasiswa, bukan sebaliknya. Berbeda dengan era tahun 2000-an, ketika jumlah kampus belum sebanyak sekarang dan persaingan terasa lebih ketat. Bagi yang dinyatakan lulus, jangan cepat merasa puas. Perjalanan masih panjang ini baru awal. Lakukan yang terbaik dan terus berikan yang terbai...

MENGELUH

pakah setiap kejujuran harus disebut “mengeluh”?

Ketika seseorang berani menyampaikan kondisi sebenarnya demi kebaikan bersama, pantaskah ia dicap sebagai pengeluh?
Ketika ia bertanya karena ada hal yang belum jelas, apakah itu layak disebut keluhan?
Ketika ia ingin keterbukaan, apakah itu juga termasuk mengeluh?
Dan ketika ia menyampaikan keadaan yang jelas-jelas tidak berpihak padanya, apakah ia otomatis disebut orang yang suka mengeluh?

Siapa yang bisa menjawab?
Tidak ada kebenaran yang benar-benar mutlak, karena kebenaran sejati hanya milik Allah SWT.

Kita sepakat bahwa “mengeluh” adalah sifat negatif bagi seseorang yang sedang berjuang sepakat! Mengeluh adalah tanda tidak menerima takdir, tanda tidak mau bergerak, tanda mudah menyerah.

Namun sesungguhnya, “mengeluh” adalah sesuatu yang sangat manusiawi. Ia bisa muncul kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Terkadang ia menempel pada diri ini karena ucapan orang lain, terkadang muncul begitu saja dari dalam hati kita sendiri.

Tetapi satu hal yang selalu saya pegang:
Mengeluh itu boleh, tapi jangan lama-lama. Jangan keseringan.
Jika rasa mengeluh sudah mulai menguasai diri ini, saya harus cepat sadar. Ingat kembali target, tujuan, dan mimpi yang harus diperjuangkan.

Bagaimana caranya agar mengeluh tidak lagi mudah menguasai diri?
Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikir positif.
Bergaullah dengan mereka yang selalu memberi semangat.
Bekerjalah bersama orang yang penuh energi baik.
Curhatlah pada mereka yang mampu melihat solusi, bukan hanya masalah.

Terima kasih kepada siapa pun yang selalu mengingatkan saya bahwa saya hanyalah manusia biasa yang sedang berproses menuju pribadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Mulai hari ini, saya akan mencetak tulisan besar bertuliskan:
“STOP MENGELUH.”
Tulisan itu akan saya tempel di sudut-sudut yang sering saya lihat, sebagai pengingat setiap kali semangat ini mulai goyah.

Lajo lor.

Komentar