TERBANYAK

2025

  “Tidak perlu sibuk menjelaskan siapa diri kita, tidak perlu menjelaskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena mereka yang menyukaimu tidak membutuhkan penjelasan, dan mereka yang membencimu tidak akan pernah mempercayainya.” — Ali bin Abi Thalib Sunyi, senyap, diam, dan berada di belakang layar empat kata yang paling tepat menggambarkan perjalanan saya sepanjang tahun 2025. Sebuah tahun di mana penilaian terhadap diri ini kerap berhenti pada rasan-rasan, tak pernah sampai ke telinga, namun terasa di hati. Begitulah kehidupan; setiap orang berhak menilai, dan kita pun berhak memilih bagaimana menyikapinya. Tahun 2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran tentang menahan diri, tentang menerima, dan tentang belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Semua itu saya simpan sebagai bekal untuk melangkah ke depan dengan hati yang lebih lapang riang gembira. Alhamdulillah, hingga hari ini Allah masih menutup aib hamba yang dhaif ini. Jika ada sedikit keberhasilan atau...

1.000-4000 KM

 


Dahulu tempat itu menjadi rumah kedua, banyak pengorbanan yang dilakukan di sana, malam berubah menjadi siang, pagi menjadi siang, dan sore tetap bertahan dalam perenungan. Waktu berlalu dengan cepat dan tak terkendali, situasi berubah, semua di luar kemampuan saya sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan. Kini, entah mengapa melihatnya saja mata tak sanggup, melangkah masuk ke sana pun kaki enggan bergerak, keinginan untuk mendekat pun seolah telah sirna, bagaimana bisa demikian? Siapa yang tahu? Namun, saya yakin bahwa "ini akan berlalu".


Rasa malu, salah satu alasan mengapa tubuh ini enggan untuk dipaksakan ke sana, bagian rahasia yang sengaja tertutup tanpa disadari terbuka dengan sendirinya. Tersebar luas terbawa angin puting beliung, merusak fondasi prinsip dan kepercayaan.


Setiap pengalaman yang kita hadapi harus kita sikapi dengan cara yang positif. Karena hidup ini 20% merupakan bagaimana kita bertindak dan 80% bagaimana kita menyikapinya. Akhirnya, inna ma'al usri yusra yang berarti: "Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan," motivasi dari Allah inilah yang senantiasa tertanam dalam hati.

 

#prinsip

 

Komentar