TERBANYAK

FENOMENA KONTEN PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SNBP 2026

  Pada tanggal 31 Maret 2026, banyak beredar konten tentang pengumuman hasil seleksi SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Berbagai ekspresi ditampilkan ada yang sangat bahagia ketika namanya dinyatakan lulus, ada pula yang tampak datar saat mengetahui dirinya belum berhasil. Saya menyaksikan fenomena ini dengan perasaan yang biasa saja. Bukan karena pada masa saya tidak ada jalur seperti ini justru saya sendiri termasuk salah satu peserta yang pernah lulus tanpa tes, yang dulu dikenal dengan jalur PMDK. Namun, beberapa tahun terakhir terasa ada perbedaan dalam memandang hal tersebut. Tidak lagi terasa luar biasa. Saya melihat bahwa saat ini, sekolah atau universitas justru membutuhkan mahasiswa, bukan sebaliknya. Berbeda dengan era tahun 2000-an, ketika jumlah kampus belum sebanyak sekarang dan persaingan terasa lebih ketat. Bagi yang dinyatakan lulus, jangan cepat merasa puas. Perjalanan masih panjang ini baru awal. Lakukan yang terbaik dan terus berikan yang terbai...

Kesulitan dulu baru Kemudahan



Kita sudah sering mendengar redaksinya, namun kadang lupa untuk mengamalkannya. Dalam Al-Quran, Allah berfirman, "Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (Q.S. al-Insyirah [94]: 5). Ungkapan ini sering kita sampaikan kepada teman yang sedang mengalami musibah, dengan berkata, "Sabar ya, pasti ada kebaikan di balik semua itu." Namun, ketika hal buruk menimpa diri kita sendiri, apakah kita bisa ikhlas menerimanya dan mengamalkannya? WaAllahu A’lam, hanya Allah dan manusia yang tahu.

 

Pernahkah kita merenungkan mengapa Allah Swt. tidak berfirman "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan?" Karena kesulitan tidak pernah datang sendirian untuk selamanya. Ia selalu bergandengan dengan kemudahan. Mungkin kita merasa, "Saya sudah mengalami musibah sekian lama, tetapi belum juga menemukan kemudahan." Hal ini terjadi karena kita belum melihat kemudahan yang sebenarnya selalu ada. Demi Allah, kemudahan itu selalu menyertai kesulitan, tinggal bagaimana kita dapat melihatnya. Jika Allah memberikan kemudahan setelah kesulitan, mungkin kita akan berpikir bahwa kesulitan ini tidak ada akhirnya. Kemudahan pasti muncul ketika kesulitan selesai. Padahal, jika kesulitan tidak dibarengi dengan kemudahan, maka hidup kita akan mengalami kesulitan berkepanjangan dan kita bisa menjadi pribadi yang kurang bersyukur kepada Allah.

 

Lihatlah Nabi Ya'qub saat kehilangan putranya yang kedua. Beliau berkata, seperti dituturkan dalam ayat yang artinya, "Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dialah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana." (Q.S. Yusuf [12]: 83). Dia yakin akan mendapatkan jalan keluar, sehingga musibah yang dialaminya terasa ringan. Kita harus yakin bahwa jalan keluar pasti akan diberikan oleh Allah kepada kita.

 

Semoga kita semua di takdirkan menjadi  hamba yang pandai bersyukur, dan semoga apapun yang sedang kita jalankan mendapatkan kemudahan dan kelancaran serta semoga Ridho Allah selalu menyertai setiap langkah kita.

Komentar